7/19/2011

Peringatan bagi Orang yang Sengaja Membatalkan Puasa

Pada zaman ini kita sering melihat sebagian di antara kaum muslimin yang meremehkan kewajiban puasa yang agung ini. Bahkan di jalan-jalan ataupun tempat-tempat umum, ada yang mengaku muslim, namun tidak melakukan kewajiban ini atau sengaja membatalkannya. Mereka malah terang-terangan makan dan minum di tengah-tengah saudara mereka yang sedang berpuasa tanpa merasa berdosa. Padahal mereka adalah orang-orang yang diwajibkan untuk berpuasa dan tidak punya halangan sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang bukan sedang bepergian jauh, bukan sedang berbaring di tempat tidur karena sakit dan bukan pula orang yang sedang mendapatkan halangan haidh atau nifas. Mereka semua adalah orang yang mampu untuk berpuasa.

Sebagai peringatan bagi saudara-saudaraku yang masih saja enggan untuk menahan lapar dan dahaga pada bulan yang diwajibkan puasa bagi mereka, kami bawakan sebuah kisah dari sahabat Abu Umamah Al Bahili radhiyallahu ‘anhu.

Abu Umamah menuturkan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بينا أنا نائم إذ أتاني رجلان ، فأخذا بضبعي، فأتيا بي جبلا وعرا ، فقالا : اصعد ، فقلت : إني لا أطيقه ، فقالا : إنا سنسهله لك ، فصعدت حتى إذا كنت في سواء الجبل إذا بأصوات شديدة ، قلت : ما هذه الأصوات ؟ قالوا : هذا عواء أهل النار ، ثم انطلق بي ، فإذا أنا بقوم معلقين بعراقيبهم ، مشققة أشداقهم ، تسيل أشداقهم دما قال : قلت : من هؤلاء ؟ قال : هؤلاء الذين يفطرون قبل تحلة صومهم

”Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, ”Naiklah”. Lalu kukatakan, ”Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata,”Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu aku bertanya,”Suara apa itu?” Mereka menjawab,”Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.”

Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah. Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya,”Siapakah mereka itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.”[8]

Lihatlah siksaan bagi orang yang membatalkan puasa dengan sengaja dalam hadits ini, maka bagaimana lagi dengan orang yang enggan berpuasa sejak awal Ramadhan dan tidak pernah berpuasa sama sekali. Renungkanlah hal ini, wahai saudaraku!

Perlu diketahui pula bahwa meninggalkan puasa Ramadhan termasuk dosa yang amat berbahaya karena puasa Ramadhan adalah puasa wajib dan merupakan salah satu rukun Islam. Para ulama pun mengatakan bahwa dosa meninggalkan salah satu rukun Islam lebih besar dari dosa besar lainnya[9].

Adz Dzahabi sampai-sampai mengatakan, “Siapa saja yang sengaja tidak berpuasa Ramadhan, bukan karena sakit (atau udzur lainnya, -pen), maka dosa yang dilakukan lebih jelek dari dosa berzina, lebih jelek dari dosa menegak minuman keras, bahkan orang seperti ini diragukan keislamannya dan disangka sebagai orang-orang munafik dan sempalan.”[10]

Adapun hadits,

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ ، مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ وَلاَ مَرَضٍ لَمْ يَقْضِهِ صِيَامُ الدَّهْرِ ، وَإِنْ صَامَهُ

Barangsiapa berbuka di siang hari bulan Ramadhan tanpa ada udzur (alasan) dan bukan pula karena sakit, maka perbuatan semacam ini tidak bisa digantikan dengan puasa setahun penuh jika dia memang mampu melakukannya”; adalah hadits yang dho’if sebagaimana disebutkan oleh mayoritas ulama.[11]

READ MORE - Peringatan bagi Orang yang Sengaja Membatalkan Puasa

KEPIMPINAN


Bismillahirrahmanirrahim....

teringat pada untaian hadis ini,

" setiap orang adalah pemimpin...."

ye! semua insan adalah pemimpin ,setidaknya jika bukan memimpin orang lain,jadilah pemimpin diri sendiri.....

kenapa manusia di beri tanggungjawab utk mentadbir bumi ini?


'Yang demikian sifatnya ialah Tuhan yang mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan yang nyata; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani; Yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dengan sebaik-baiknya (dengan sebaik-baik ciptaan yang cantik dan elok mencipta manusia) dan dimulakan kejadian manusia berasal dari tanah liat (Thin). Kemudian ia jadikan keterunan-keterunan manusia itu dari sejenis pati iaitu dari air yang hina (air mani) yang sedikit dipandang orang. Kemudian ia menyempurnakan kejadiannya, serta meniupkan padanya Roh ciptaanNya dan ia mengurniakan kepada kamu pendengaran serta hati (akal fikiran), supaya kamu bersyukur, tetapi amatlah sedikit kamu bersyukur.'


(Surah As-Sajadah)


jawapannya kerana manusia adalah HEBAT


dan Allah itu Maha Mengetahui segala sesuatu yg tidak kita ketahui...


"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi".Mereka berkata. "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merosak dan menumpahkan darah (sebagai khalifah), sedangkan kami bertasbih memujiMu dan menyucikan namaMu?". Allah berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
(surah Al Baqarah, ayat 30)


memimpinlah kerana kita juga ingin dipimpin...

pemimpin adalah lebih dari semua hal kepada org yg dipimpin...

maksudnya??

lebih dalam amal ibadahnya, lebih dalam urusannya, lebih dalam amanah dan jujurnya

siapa role model kepimpinan kita?

sudah tentu dan pasti... kekasih teragung sepanjang zaman..

Nabi Muhammad S.A.W

alhamdulillah......

bersyukur kerana menjadi sebahagian dari ummatnya...

moga syafaaatnya, menyelamatkan manusia akhir zaman...
READ MORE - KEPIMPINAN

7/13/2011

keBERSIHan











READ MORE - keBERSIHan

7/11/2011

BERSIH 2.0


Supporters of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition join arms as they are cornered by police during clashes in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

A supporter of the "Bersih" electoral reform coalition runs after tear gas was fired near him during a rally outside KL Sentral in Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

A supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition is detained in a cloud of tear gas during clashes in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

Police detain a supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition during a rally in Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

An angry supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition reacts as he recovers after police fired tear gas during clashes in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.


A masked supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition kicks back a tear gas canister during clashes with police in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

A Malaysian activist from Coalition for Clean and Fair Elections (Bersih) is detained by police officers during a rally calling for clean and fair elections in Kuala Lumpur, Malaysia, Saturday, July 9, 2011. Police fired tear gas and detained hundreds of activists as demonstrators massed Saturday across Malaysia's main city demanding electoral reforms in the country's biggest political rally in years. The "Bersih" means "clean" in Malay.

A supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition spits towards police during clashes in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

A female supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition reacts as she is detained by police during clashes with police in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired repeated rounds of tear gas and detained over 1,400 people in the capital on Saturday as thousands of activists evaded roadblocks and barbed wire to hold a street protest against Prime Minister Najib Razak's government.

An injured supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition is detained by policemen during clashes in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

A supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition is detained by policemen during clashes in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

A supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition looks at a policeman as he is detained during clashes in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

Plainclothes policemen detain a supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition during a rally in Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

Police detain opposition Parti Keadilan Rakyat (PKR) MP Tian Chua (2nd R in yellow) and supporters of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition during a rally in Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

Malaysian police take away an arrested protester during a mass rally calling for electoral reform in Kuala Lumpur on July 9, 2011. Malaysian police used tear gas and water cannon in clashes with protesters who defied government warnings to take to the streets in an outlawed rally for electoral reform attended by 8,000 demonstrators.

Malaysian riot police officers fire tear gas during a rally calling for electoral reforms in Kuala Lumpur, Malaysia, Saturday, July 9, 2011.

Malaysian riot police officers fire tear gas at activists from Coalition for Clean and Fair Elections (Bersih) during a rally in Kuala Lumpur, Malaysia, Saturday, July 9, 2011. Police fired tear gas and detained hundreds of activists as those demonstrators massed Saturday across Malaysia's main city demanding electoral reforms in the country's biggest political rally in years. The "Bersih" means "clean" in Malay.

A Malaysian activist from Coalition for Clean and Fair Elections (Bersih) runs through tear gas fired by riot police during a rally calling for electoral reforms in Kuala Lumpur, Malaysia, Saturday, July 9, 2011.

A Malaysian activist from Coalition for Clean and Fair Elections (Bersih) tries to kick a tear gas fired by police during a rally calling for electoral reforms in Kuala Lumpur, Malaysia, Saturday, July 9, 2011.

A Malaysian activist from Coalition for Clean and Fair Elections (Bersih), center facing down, is detained by police officers during a rally calling for electoral reforms in Kuala Lumpur, Malaysia, Saturday, July 9, 2011.

Malaysian police drag away an injured protester as photographers take pictures during a mass rally calling for electoral reform in Kuala Lumpur on July 9, 2011. Malaysian police arrested more than 400 people and used tear gas as a massive lockdown was imposed on the capital to thwart an opposition-backed rally demanding reform to the electoral system. The demonstrators want reform to prevent some people being allowed to vote several times during elections.

Supporters of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition react as a plainclothes policeman detains one of them during clashes in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired repeated rounds of tear gas and detained over 1,400 people in the capital on Saturday as thousands of activists evaded roadblocks and barbed wire to hold a street protest against Prime Minister Najib Razak's government.

An angry supporter of the "Bersih" (Clean) electoral reform coalition reacts as he recovers after police fired tear gas during clashes in downtown Kuala Lumpur July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and detained more than 500 people in the capital on Saturday in a bid to prevent thousands of anti-government protesters from putting on a massive show of strength against Prime Minister Najib Razak.

Malaysian opposition leader Anwar Ibrahim (C) is surrounded by supporters, one of whom is injured, as he attends a mass rally for electoral reform in Kuala Lumpur on July 9, 2011. Malaysian police fired tear gas and water cannon, making at least 1,400 arrests during clashes with protesters who defied government warnings to rally in the capital for electoral reform. Opposition leader Anwar Ibrahim was injured during the protest when he fell onto the pavement after a tear gas attack and was taken to a hospital as he was feeling unwell, an aide said.

Malaysian riot police officers fire water cannon at activists from Coalition for Clean and Fair Elections (Bersih) during a rally in Kuala Lumpur, Malaysia, Saturday, July 9, 2011. Police fired tear gas and detained hundreds of activists as demonstrators massed Saturday across Malaysia's main city demanding electoral reforms in the country's biggest political rally in years. The "Bersih" means "clean" in Malay.


Al Fatihah buat Syuhada' yang gugur.. Barakallah hu ilaika
READ MORE - BERSIH 2.0

GAMBAR PALING TERHARU BERSIH 2.0






YANG NI PUN TERHARU GAK..PASAI TERPAKSA GUNA BANGLA...
UPAH MURAH MAAA..BAGI T-SHIRT SELAI JALANLA...



Meskipun ribuan anggota polis dikerah untuk “menutup” Kuala Lumpur kepada peserta Bersih semalam, puluhan ribu orang menongkah arus pancutan air kimia dan tembakan gas pemedih mata serta belantan Unit Simpanan Persekutuan (FRU) untuk menyertai perhimpunan aman itu.

Mereka berjalan secara aman menuju ke Stadium Merdeka untuk menuntut pilihan raya adil dan telus namun menghadapi kekangan dan kekerasan polis di sepanjang perjalanan.

Lebih 1,667 orang ditangkap termasuk Pengerusi Bersih, Ambiga Sreenevasan dan pemimpin-pemimpin kanan Pakatan Rakyat.

READ MORE - GAMBAR PALING TERHARU BERSIH 2.0

5/17/2011

SELAMAT HARI GURU


“Tarikh 16 Mei dipilih sebagai Hari Guru kerana pada haribulan yang sama dalam tahun 1956 Majlis Undang-undang Persekutuan Tanah Melayu (Federal Legislative Council) telah menerima cadangan-cadangan Laporan Jawatankuasa Pelajaran (Report of the Education Committee) sebagai Dasar Pelajaran bagi negara kita.

Dokumen tersebut yang dikenali sebagai LAPORAN RAZAK (Razak Report) telah menjadi Dasar Pelajaran Kebangsaan semenjak hari itu.”

Ucapan selamat menyambut Hari Guru yang akan disambut pada 16 Mei ini kepada semua guru-guru. Merujuk kepada pendidik profesional peranan dan tugas utama guru pada umumnya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan menilai anak didiknya.

Peranan guru sangat luas lebih-lebih lagi dalam era globalisasi sekarang, peranan guru menjadi semakin kompleks dan mencabar. Pihak yang berwajib patut memberi perhargaan kepada guru-guru yang telah mendidik anak bangsa menjadi orang yang berguna untuk bangsa dan Negara. Di antara masalah guru yang patut diberi perhatian oleh pihak berwajib:

Kita berharap pihak yang berwajib dapat memberi perhatian yang serious masalah guru ini agar semua pihak yang terlibat dapat bekerja dengan selesa dan dapat mendidik anak bangsa dengan sebaik mungkin.

Harapan kita dengan adanya guru yang terlatih dan professional anak didik yang bakal memimpin Negara di masa hadapan akan dapat memimpin dengan baik, amanah, adil dan dapat membangun Negara dengan lebih teratur dan bebas dari unsur-unsur negative seperti rasuah dan penyelewengan.

Tanpa Guru yang mendidik dan mengajar kita semasa kita kanak-kanak dulu, siapalah kita pada hari ini.

Terima kasih Cikgu.
READ MORE - SELAMAT HARI GURU

5/10/2011

KESAN KEPIMPINAN ULAMA'

Teruja dan terharu melihat kekhusyukkan para pemain kedua belas Kelantan ini yang tetap menunaikan solat meskipun terpaksa beralaskan hamparan batu merah stadium keramat mereka. Lokasi dari pintu H ini diharap dapat membuka hati dan iman para penyokong Kelantan yang lain dalam melaksanakan tugasan kepada Maha Pencipta.

Terima kasih juga kepada pihak pengurusan stadium yang menyediakan kemudahan air dan tikar untuk memudahkan para penyokong yang hadir menunaikan kewajipannya. Usaha dan sikap yang dipamerkan semua pihak ini harus diteruskan dan dipuji sebagai contoh kepada umat islam lain dengan harapan menjadi ikutan para penyokong Kelantan yang lain.




Situasi ini sukar untuk dilihat di stadium lain atau disiarkan di dada akhbar. Ini antara watak-watak yang menjadi kebanggaan rakyat Kelantan meskipun ada segelintir penyokong Kelantan yang menyebabkan penyokong Kelantan yang lain dipandang sinis penyokong pasukan lain. Yakinlah! Kemenangan atau keputusan perlawanan akan lebih bermakna jika mendapat keredhaan Illahi.

Kita tidak pernah menyedari untuk memanfaatkan solat sebagai alat penolong, sumber hidup, penerang jiwa dan tempat kita bertanya Allah SWT tentang persoalan yang sukar diselesaikan.

“Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”
(QS: Al-Baqarah 2:45)


"Kesedaran dan kepercayaan itu datangnya dari Allah. Allah mengilhamkan kita samada taqwa atau fujur (kefasikan/keburukan). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan (fujur) dan jalan ketaqwaannya."
(QS Asy Syams 91:8).


"Khusyuk di dalam solat itu mudah. Allah mengkehendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu"
(QS: Al-Baqarah 2:185)
READ MORE - KESAN KEPIMPINAN ULAMA'

5/06/2011

Wasiat Imam Syafie

Agama & Cara Hidup | Wasiat Imam Syafie...


SEBELUM Imam Syafie pulang ke rahmatullah, beliau sempat berwasiat kepada para muridnya dan umat islam seluruhnya.


Berikut ialah kandungan wasiat tersebut:


"Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan sepuluh perkara."



PERTAMA: HAK KEPADA DIRI.
Iaitu: Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.

KEDUA: HAK KEPADA MALAIKAT MAUT
Iaitu: Mengqadhakan kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang kita zalimi, membuat persediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah.

KETIGA : HAK KEPADA KUBUR
Iaitu : Membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat Tahajjud dan membantu orang yang dizalimi.

KEEMPAT: HAK KEPADA MUNKAR DAN NAKIR
Iaitu : Tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.

KELIMA : HAK KEPADA MIZAN (NERACA TIMBANGAN AMAL PADA HARI KIAMAT)
Iaitu : Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesusahan.

KEENAM : HAK KEPADA SIRAT (TITIAN YANG MERENTANGI NERAKA PADA HARI AKHIRAT)
Iaitu : Membuang tabiat suka mengumpat, bersikap warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.

KETUJUH : HAK KEPADA MALIK (PENJAGA NERAKA)
Iaitu : Menangis lantaran takutkan Allah SWT, berbuat baik kepada ibu bapa, bersedekah secara terang-terangan serta sembunyi dan memperelok akhlak.

KELAPAN : HAK KEPADA RIDHWAN (MALAIKAT PENJAGA SYURGA)
Iaitu : Berasa redha dengan Qadha' Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas ni'mat Allah dan bertaubat dari melakukan maksiat.

KESEMBILAN : HAK KEPADA NABI SAW
Iaitu : Berselawat ke atas baginda, berpegang dengan syariat, bergantung kepada as-Sunnah (Hadith), menyayangi para sahabat, dan bersaing dalam mencari keredhaan Allah.

KESEPULUH : HAK KEPADA ALLAH SWT
Iaitu : Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.

Moga ada manfaat..
READ MORE - Wasiat Imam Syafie

DI DALAM

get this widget here

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...